Bersedekah Laksana Angin Yang Berhembus
Oleh: Ihsan, SF
Berlomba dalam sedekah
Selain Ramadhan sebagai bulan suci, bulan berkah, bulan maghfirah atau sebutan lain yang penuh kebaikan, Ramadhan adalah juga bulan shadaqah. Realisasi dari Ramadhan Bulan shadaqah, hendaknya setiap muslim menargetkan sedekah sebanyak-banyaknya pada bulan tersebut. Nabi shalallahu alaihi wasalam sangat dermawan pada bulan tersebut, saking dermawannya di bulan tersebut, beliau digambarkan laksana angin yang berhembus. tersebut dalam sebuah riwayat:
كَانَ النَّبِيُّ صلي الله عليه وسلم أَجْـوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكاَنَ أجْوَدُ مَا يَكُوْنُ فيِ رَمَضَانَ
حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْل فَاءِذَا لَقِـيَهُ جِبْرِيْل كَانَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيْحِ الْمُرَسَلَةِ
“Adalah Nabi shallallahu alaihi wasalam orang yang paling dermawan di antara manusia, beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika ditemui malaikat Jibril, pada saat itulah kedermawanan beliau melebihi kencangnya angin yang berhembus” (HR. Bukhari-Muslim)
Kedermawanan rasul yang digambarkan laksana angin yang berhembus, setidaknya mengindikasikan dua perkara, yakni; kedermawanan yang ditunaikan dengan segera dan berdampak luas. Hal ini sebagaimana angin yang berhembus, maka angin tersebut cepat berhembusnya dan luas jangkauannya.
Jelasnya, di bulan Ramadhan ini, bersegeralah menunaikan kebaikan dan jangan menunda-nunda serta pilihlah bentuk amal yang berdampak luas. Tentang segera menunaikan amal kebaikan. intinya adalah, saat terbetik niat kebaikan, saat itu pula langsung ditunaikan. Adapun kebaikan yang berdampak luas adalah memberi sesuatu yang memang sangat dibutuhkan orang lain, bermanfaat, berharga, awet dan memiliki nilai yang berarti.
Setiap kebaikan adalah sedekah
Sedekah memang identik dengan materi dan sangat sulit sedekah dipisahkan dengannya, akan tetapi sesungguhnya sedekah tidak terbatas hanya dalam hal materi saja, selain materipun dapat dikategorikan juga sedekah. Hadits berikut ini memperjelas cakupan sedekah yang tidak hanya meliputi masalah materi. Rasulullah shalalllahu alaihi wasalam bersabda:
عن أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قاَلَ: قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صلي الله عليه وسلم: كُلُّ سُلَمَيَ مِنَ النَّاسِ عليه صَدَقَةٌ كُلُ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ: تَعْدِلُ بَيْنَ اْلاِثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فيِ داَبَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهاَ أَوْتَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهاَ مَتاَعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَـةُ الطَّيِّبَـةُ صَدَقَةٌ وَ بِكُلِّ خَطْوَةٍ تَمْشِيْهاَ إِليَ الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأَذَي عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ (البخاري و مسلم)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam telah bersabda: "Setiap persendiaan manusia dituntut adanya sedekahnya setiap hari selagi matahari masih terbit di dalamnya, mendamaikan dua pihak yang bertikai adalah sedekah, membantu seseorang untuk menaikkannya ke atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, kalimat yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki untuk melaksanakan shalat adalah sedekah dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan lalu lintas jalan adalah juga sedekah" (HR. Bukhari: 2989. Muslim: 1009)
Kebaikan di balik sedekah
Dalam sedekah terkandung berjuta kebaikan, kebaikan yang berdampak bagi si penerima sedekah atau bagi yang bersedekah itu sendiri. Sebagian di antara kebaikan sedekah misalnya adalah:
· Sebagai bukti keiman
Benarnya suatu pernyataan, dituntut adanya bukti. Bukti Kebenaran keimanan seseorang adalah dengan sedekah. Dalam hal sedekah tak ada beda antara si kaya dan si miskin. Keduanya dituntut bersedekah meski besarnya kecilnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Sebagai penguat pernyataan sedekah adalah bukti keimanan, nabi menyebut sedekah dengan burhan (bukti), sebagaimana sabdanya:
اَلصَّدَقَةُ بُرْهَان
Sedekah adalah bukti keimanan seseorang” (HR.Muslim)
· Menghindarkan kematian buruk
Kematian yang buruk dapat menimpa siapa saja.Kematian ini pula merupakan akhir penilaian bagi seseorang. Bisa saja awal perjalanan manusia dalam kebaikan, akan tetapi, hasil akhirnya baik dan buruknya adalah ada pada kematiaannya. Jika kematiaannya baik, maka dia seorang yang baik, demikian dan sebaliknya. Banyak usaha menghindari kematian buruk, salah satunya adalah dengan memperbanyak sedekah. Berkenaan dengan sedekah sebagai penolak kematian yang buruk,
· Balasan yang berlipat
Orang yang bersedekah akan mendapat balasan yang berlipat. Balasan sedekah tidak hanya dipetik nanti di akherat tapi juga di dunia. Ayat dan hadits banyak mengungkap balasan sedekah, sebagian di antaranya adalah dalil berikut:
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ
فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّاْئَةُ حَبَّةٍ وَاللهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَآءُ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ {261}
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261)
Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman:
مَنْ جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلاَيُجْزَى إِلاَّمثِلْهَاَ وَهُمْ لاَيُظْلَمُونَ {160}
Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbangdengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (QS. 6:160)
Melengkapi tentang balasan yang didapat orang yang bersedekah dalam hadits yang lain, rasulullah juga bersabda;
ماَ مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِباَدُ فِيْهِ إِلاَّ فِيْهِ مَلًكاَنِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُماَ:
اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلَفاً وَ يَقُوْلُ اْلآَخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً
Tiada hari yang berlalu dalam kehidupan seorang hamba, kecuali pada hari itu juga ada dua malaikat yang turun ke bumi, salah satunya memanjatkan doa “Ya Allah, berilah tambahan harta bagi hamba yang mau bersedekah !” dan malaikat yang lain juga memanjatkan doa, “Yaa Allah, timpakan kebangkrutan harta bagi hamba yang enggan bersedekah” (HR. Bukhari-Muslim)
Dalil ayat dan hadits yang dipaparkan di atas, barulah mengungkap sebagian balasan sedekah. pada ayat dan hadits yang lain, masih banyak disebutkan balasan yang berlipat bagi orang yang bertaqwa, barangsiapa menginginkan balasan yang baik dari Allah maka bersedekahlah.

0 komentar:
Post a Comment